|
Sabtu, 22 November 2008 |
|
Jakarta (22/11) Permasalahan selling product menjadikan permasalahan sendiri bagi para praktisi Lembaga Keuangan Syariah (LKS), khususnya perbankan, asuransi dan reksadana. Meskipun bisnis syariah sudah berjalan cukup lama—tapi para praktisi masih mengalami kesulitan untuk menarik market secara jauh menggunakan produk syariah. Hingga kini masyarakat Indonesia masih belum familiar pada industri keuangan syariah. Realitas ini menurut Haikal Hasan, Direktur Manager Anugerah Consulting Building People disebabkan karena konsep selling yang dilakukan oleh praktisi LKS salah.
|
|
Read more...
|
|
|
Jumat, 21 November 2008 |
|
Jakarta (21/11). Menurut Siti Chalimah Faridjah Bank Syariah memerlukan 22 ribu SDM. Selain itu Bank Indonesia melalui Direktorat Perbankan Syariah (DPS) akan memberi insentif biaya pelatihan sebesar 50% untuk pegawai bank syariah.
|
|
Read more...
|
|
|
Jumat, 21 November 2008 |
|
Jakarta (21/11). PNM mendapat kunjungan dari APRACA (Asian-Pacific Rural and Agricultural Credit Association) yang terdiri dari 5 negara, Salah satunya India. Menurut Corporate Secretary PT. PNM, Asri Jauhari. Pihaknya telah menerima tamu dari anggota assosiasi APRACA India (20/11).
|
|
Read more...
|
|
|
Kamis, 20 November 2008 |
|
Paris (20/11). 'Finance Islamique France', adalah sebuah website interaktif ekonomi syariah yang baru diresmikan di Prancis, seperti yang telah dilansir oleh www.zawya.com. Tujuan dari pada website ini adalah sebagai sarana debat terbuka mengenai ekonomi syariah di Prancis dengan menampilkan beberapa tayangan serial video yang akan diperankan oleh para aktor Prancis ternama. Sebagian dari debat terbuka ekonomi syariah tersebut ditujukan untuk para praktisi perbankan sementara sebagian yang lainnya ditujukan juga kepada masyarakat luas. "Finance Islamique France juga akan menayangkan exclusive interviews dari para aktor ternama Perancis, dan beberapa berita lainnya. |
|
Read more...
|
|
|
Selasa, 18 November 2008 |
|
Jakarta (18/11). Dibanding dengan Mesir, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi, pengelolaan dan pengembangan harta wakaf di Indonesia masih jauh tertinggal. Termasuk dengan negara jiran Malaysia dan Singapura. Padahal, potensi wakaf di Indonesia tak kalah berlimpah, bahkan lebih. Aset yang berupa tanah saja sebesar 268.653,67 hektar yang tersebar di 366.595 lokasi di jagad nusantara. Ini belum termasuk aset yang berupa benda bergerak. Mengapa tertinggal? |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 280 |