|
Salam Sejahtera, Dear Ibu Inda, Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah profil di salah satu surat kabar di Indonesia. Pada profil tersebut, menampilkan salah satu kepala cabang pada bank umum syariah yang notabene bukan seorang muslim, hal tersebut menarik bagi saya, karena memang saat ini saya bekerja di salah satu bank konvensional di divisi consumer banking. Dan saya pun bukan seorang muslim. Saya tertarik dengan sistim dalam ekonomi syariah yang menurut saya lebih universal dan lebih adil. Saya pun terus mengikuti informasi mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang menurut saya semakin hari semakin menunjukkan eksistensinya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah saya bisa bekerja di bank syariah? dan Ibu sebagai direktur di salah satu perusahaan penyedia SDM untuk lembaga keuangan syariah, bagaimana tanggapan Ibu mengenai keinginan saya, apakah mungkin terealisasi, dan apa yang harus saya persiapkan untuk memperoleh kesempatan bekerja di bank syariah. Terimakasih Tesa P. Jakarta
Sdr/i.Tesa yang bijak, Saya sangat bahagia membaca email dari Tessa. Anda adalah salah satu contoh dari sekian banyak profesional perbankan yang semakin banyak menunjukkan antusiasme pada perekonomian Syariah di Indonesia, sebagaimana juga terjadi fenomena ini di luar negeri. Sebagai informasi untuk Tessa, pada prinsipnya sistem ekonomi syariah tidak pernah membedakan pelakunya berdasarkan agama, meskipun memang sistem kerja yang mereka anut dalam bekerja di institusi dan perusahaan syariah memang berdasarkan ajaran agama Islam. Hal ini dikarenakan dalam Islam diajarkan paham yang sangat universal yang menyatakan bahwa sistem yang diatur dalam Islam adalah untuk dimanfaatkan oleh semua manusia diseantero jagad (Rahmatan lil alamin), tanpa kecuali dan tanpa membeda-bedakan. Berdasarkan hal inilah saya berpendapat bahwa seandainya ada kepala-kepala unit kerja Non Muslim yang dipercaya menjalankan fungsi dalam Bank atau Lembaga keuangan Syariah seperti tokoh dalam profil yang anda sebutkan itu, dimana yang bersangkutan memang terbukti kompeten dan memperlihatkan dedikasi dan ketertarikan yang sangat tinggi untuk menjalankan sistem ini secara baik dalam koridor profesinya, ya.... kenapa tidak kita dukung? Sah-sah saja jika perusahaan meng'hire' dan mempercayakan padanya untuk menduduki jabatan tersebut. Termasuk juga anda tentunya..... Saya pribadi melihat tidak ada masalah untuk anda melamar pekerjaan di perbankan syariah, sepanjang memang sudah mengikuti pelatihan, sehingga mengerti dan mampu menerapkan prinsip-prinsipnya secara konsisten dan benar dalam pekerjaan anda nantinya. Pasar masih terbuka luas, dan saya melihat kedepannya orang-orang seperti anda malahan akan banyak diminati oleh Bank-bank yang memang memiliki target pasar non-muslim namun telah memiliki produk-produk perbankan syariah. Kedengaran niat anda ini memang tidak mudah untuk sebagian orang... namun menurut saya pribadi sih,.. jika segala sesuatunya dilaksanakan dengan tulus ikhlas, berniat baik, serta dilandasi oleh rasa percaya bahwa sistem ini memang adil dan membawa manfaat bagi banyak orang,...... tak mustahil pasti nantinya anda bisa sukses juga. Bahkan mungkin bisa jadi kesuksesan anda nanti dapat melebihi kesuksesan rekan-rekan seprofesi yang notabene muslim namun mereka belum 100 % paham dan meyakini manfaat dan segi-segi positif sistem ini. Jadi, segera bekali diri anda dengan ikut kursus-kursus atau pelatihan-pelatihan dasar Bank Syariah. Usahakan lulus dengan nilai baik, lalu gunakan Sertifikat anda untuk melamar pekerjaan di Bank Syariah. Setelah itu kirim CV ke tempat kami atau titip lewat iklan lowongan di kantor berita PKES ini. Tidak ada kata tidak mungkin atau tidak bisa kalau kita punya kemauan yang kuat, ....bukankah begitu..? OK, deh.... selamat belajar Perbankan Syariah ya.... Wassalam, INDA HASMAN Direktur Karim Business Consulting Dewan Direktur Duta Griya Sarana HR Outsourcing |