|
Judul Buku : Kemilau Investasi Emas Penulis : Mohamad Ihsan Palaloi, dkk. Penerbit : Science Research Foundation Tebal : xviii, 229 halaman Cetakan : Pertama, 2006
Dalam hal investasi banyak pilihan yang dapat dilakukan, baik investasi yang ditanamkan dalam modal perusahaan atau investasi yang dikelola dalam perdagangan. Saat ini telah dikenal beragam bentuk investasi, seperti reksadana, saham, obligasi, deposito, tanah, ataupun properti dan sebagainya. Tujuan inti dari investasi umumnya adalah untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Ataupun hanya sekedar untuk menjaga nilai sejumlah harta kekayaan di masa yang akan datang. Inilah sebenarnya yang menjadi tujuan ketika seseorang memutuskan untuk berinvestasi. Namun demikian, tidak terlepas dari setiap investasi adalah kemungkinan adanya risiko yang tidak diharapkan. Selain investasi di atas, bagi para Penulis buku “Kemilau Investasi Emas: Menjaga dan Melejitkan Kesehatan Finansial dengan Emas”, ada salah satu bentuk investasi yang sudah banyak dilakukan masyarakat tapi tidak menjadi perhitungan dalam berinvestasi, yaitu emas. Emas merupakan logam mulia yang dapat dijadikan alternatif investasi yang memiliki risiko yang cukup kecil, terutama risiko kerugian. Karena emas tidak terpengaruh dengan laju inflasi seperti instrumen investasi lainnya. Data menyebutkan bahwa ketika inflasi naik 10%, harga emas naik 13%. Ketika inflasi naik menjadi 20%, harga emas melonjak menjadi 30%. Dalam buku ini Penulis mencoba membuka wawasan bahwa sebenarnya investasi emas tidak kalah pentingnya dengan investasi lain dalam upaya menjaga asset. Dari pemaparan sepanjang 5 Bab para penulis menyajikan “Dasar-dasar investasi emas”, baik dari segi sejarah, sistem yang berlaku, pasar dan perdagangan dunia, sampai cara memulai investasi hingga mengakhirinya. Bukti lain dari alasan emas dapat dijadikan instrumen investasi adalah ketika terjadi krisis Peso Meksiko, 1995, nilai emas naik 107% dalam waktu tiga bulan. Ketika krisis Rupiah pada tahun 1997, nilai emas di Indonesia melonjak 375% dalam kurun waktu tujuh bulan. Dan ketika krisis Rubel di Rusia, 1998, nilai emas di Rusia naik 307% dalam waktu delapan bulan. Secara umum, meskipun harga emas dalam dolar AS turun sekitar 30% sejak 1990, rata-rata harga emas di dunia justru naik sebesar 20%. Pembaca disuguhi penulis keuntungan-keuntungan berinvestasi dengan emas. Secara ilustratif Penulis memberikan gambaran yang cukup jelas dan lengkap tentang emas. Disamping itu disajikan banyak fenomena lain sebagai ilustrasi betapa menguntungkannya berinvestasi dalam bentuk emas. Pembaca akan mudah mengenal tentang emas karena penulis juga mencantumkan berbagai macam bentuk emas seperti perhiasan, lantakan, dan koin. Begitu juga, informasi tempat membeli dan menjual emas khususnya di Indonesia, produsen-produsen emas di Indonesia, cara merawat dan menyimpan emas. Dan, pembaca dapat mengetahui nilai emas di masa yang akan datang dengan sajian prediksi yang telah diberikan penulis. Secara keseluruhan buku ini memberikan pemaparan yang menarik dan dapat membuka wawasan tentang investasi emas. Tidak hanya sekedar berbicara tentang realita dan fenomena emas di masa lalu, sekarang dan yang akan datang, tetapi juga penulis telah memberikan cara/teknis berinvestasi emas dari mulai hingga batas untuk mengakhiri investasi emas. [roel] |