Meniti Karir Kedua: Motivasi Mardhatillah dalam Setiap Amal, Usaha, dan Karya (2) PDF Print E-mail
Senin, 25 Agustus 2008

Oleh: K.A. Endin 

Strategi II

Beriman dan Beramal

Dalam Islam, menurut H. Fachruddin Hs dalam Ensiklopedi Al-Qur’an, yang menjadi pokok keimanan ialah mempercayai dan meyakini bahwa Tuhan itu ada dan Esa, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Iman baru dipandang sempurna apabila ada pengakuan dengan lisan, dikokohkan dengan hati, dilaksanakan dalam perbuatan dan dapat memberi efek positif dalam pandangan hidup dan cita-cita. Dalam konteks beriman dan amal saleh ini, terdapat dalam Al-Qur’an yang berjumlah 70 ayat. Di antaranya:

  • Cari kebahagiaan akhirat dan jangan melupakan kenikmatan dunia (QS. Al-Qasash [28]:77).
  • Dirikan shalat dan tunaikan zakat (terdapat dalam 21 ayat Al-Qur’an). Di antaranya (QS. Al-Baqarah [2]:43 dan 110).
  • Kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka (umat terdahulu) kerjakan (QS. Al-Baqarah [2]: 141).
  • Belanjakan harta tidak berlebihan dan tidak kikir (QS. Al-Furqan [25]: 67).
  • Menjadi pemimpin/raja harus punya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa (QS. Al-baqarah [2]: 247).
  • Menjadi pekerja yang kuat dan dapat dipercaya (QS. Al-Qasash [28]: 26).
  • Orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain (HR. Muslim).
  • Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah (HR. Turmudzi).
 

Strategi III

Memanfaatkan siang hari untuk mencari kehidupan

Islam mendorong umatnya untuk mencari nafkah di bumi dengan baik sebagai bekal hidup. Islam juga mendorong umatnya agar mengembangkan profesionalisme dan ketrampilan. Namun demikian, kita tidak bisa mengerjakan hal itu dengan membabi buta, sehingga lupa istirahat dan beribadah. Dan jangan lupa, dalam mencari nafkah kita tetap berniat meraih ridha-Nya. Dalam mencari nafkah  Al-Qur’an menetapkan rambu-rambu, di antaranya:

  • Setelah selesai shalat Jum’at bertebaranlah di muka bumi untuk mencari rezeki yang disediakan Allah (QS. Al-Jumuah [62]: 10).
  • Setelah selelsai mengerjakan suatu pekerjaan, maka kerjakan yang lain lagi (QS. Al-Insyirah [94]: 7).
  • Lakukanlah pekerjaan sesuai ketrampilan (QS. Al-Isra [17]: 84).
  • Bekerjalah, Allah, Rasul, dan mukminin akan melihatnya (QS. At-Taubah [9]: 105).
  • Semua manusia akan merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh (berkarya yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Al-Qur’an) (QS. Al-Ashr [103]: 2-3).
  • Allah mencintai hambanya yang berkarya (HR. Ahmad).
  • Setelah selesai shalat shubuh jangan tidur, carilah rezeki (HR. Thabrani).
  • Setiap yang dikerjakan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban (HR. Bukhari).

Sumber: Menjadi Tua Secara Kaffah Dengan Mustika Karir Kedua