Karyawan atau Wiraswasta?? PDF Print E-mail
Rabu, 17 September 2008

Pengasuh Konsultasi pkesinteraktif yang terhormat, Saya Pria berumur 30 tahun yang telah bekerja selama 5 tahun di sebuah perusahaan swasta. Penghasilan saya perbulan mencapai Rp. 2.500.000,-/bulan. Saat ini saya memiliki usaha dibidang makanan dengan sistim franchise (waralaba) dengan jumlah karyawan 8 orang. Setiap bulan saya memperoleh penghasilan setelah dikurangi dengan biaya operasional sebesar  Rp. 4.000.000/bulan. Penghasilan tersebut saya peroleh tidak tetap tergantung kondisi usaha, dengan minimum perolehan sebesar Rp. 3.000.000,-

Saya juga punya mobil pick up yang selama ini saya sewakan dengan biaya sewa perbulan saya tetapkan sebesar Rp. 2.000.000/bulan. Dan sebuah motor yang saya sewakan sebesar Rp. 500.000/bulan. 

Jika digabungkan, penghasilan saya setiap bulannya sebesar Rp. 9.000.000. Sedangkan pengeluaran perbulannya mencapai Rp. 6,7 juta dengan rincian belanja bulanan Rp. 2.500.000. Listrik+Telepon Rp.400.000. Transportasi Rp.500.000. Kredit Bank (2 th lagi) Rp 1.200.000, kredit mobil (7 bulan lagi) Rp.1.500.000, Kredit Motor (5 bulan lagi) Rp 544.000.

Sebagai informasi, istri saya ibu rumah tangga dan anak saya berumur 3 tahun. Saat ini saya jenuh akan rutinitas pekerjaan sebagai karyawan di tempat saya bekerja. Memang penghasilan saya sebagai karyawan lebih kecil dibandingkan panghasilan dari usaha saya namun relatif tetap.

Yang ingin saya tanyakan bagaimana saran Bapak terkait dengan keinginan saya untuk fokus sebagai wiraswasta, apakah dari segi finansial saya sebagai wiraswasta dapat mencukupi kebutuhan saya sehari-hari, strategi apa yang harus saya terapkan. Dan Apakah keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan saya merupakan suatu keputusan yang tepat?

Mohon saran dari Bapak sehingga dapat memantapkan saya dalam mengambil keputusan.  

Terimakasih.

 
Ferry – Jakarta
 
 

JAWABAN: 

Assalamu’alaikum Wr.Wb. 

Pak Ferry yang budiman, anda memiliki jiwa wirausaha yang baik sehingga dapat menghasilkan pendapatan usaha lebih besar dari gaji anda sebagai karyawan tanpa meninggalkan hak dan kewajiban anda di perusahaan tersebut. Tentu dengan penghasilan usaha dan kegiatan  di dunia usaha yang lebih menantang dan bervariasi membuat kegiatan di kantor menjadi kurang menarik karena rutinitas kerja. 

Sebelum anda memutuskan apakah akan tetap bekerja sebagai karyawan atau fokus untuk berwiraswasta mari kita lihat kondisi keuangan anda saat ini. Secara konservatif penghasilan perbulan anda adalah 8 juta, karena minimal penghasilan waralaba anda minimal 3 juta, jadi tabungan anda perbulan adalah 1,3 juta. Apabila kondisi ini sudah berjalan satu tahun, maka tabungan anda sudah sekitar  15 juta. Apakah anda sudah memiliki dana/tabungan darurat untuk berjaga-jaga apabila suatu kondisi yang tidak diharapkan membuat penghasilan anda terhenti secara total. 

Dana darurat ini sebaiknya dapat menutupi kebutuhan keluarga anda minimal selama 6 bulan kedepan, yaitu sekitar 40 juta. Periode ini adalah persiapan untuk mendapatkan penghasilan kembali apakah berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Dengan asumsi penghasilan anda naik 10% setiap tahun dan anda menabung sudah berjalan satu tahun dan terus disiplin serta penghasilan anda saat ini dengan pengeluaran bulanan sesuai jatuh tempo cicilan ditambah faktor inflasi 10% pertahun, maka tabungan anda dengan imbal hasil rata-rata 6% pertahun akan mencapai 40 juta pada sekitar 9 bulan dari sekarang.  

Apabila anda berhenti bekerja sekarang maka deficit anda setiap bulan sekitar 1,2 juta dan baru surplus jika cicilan mobil dan motor anda lunas. 

Beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan adalah:

  • Apakah sewa mobil dan motor anda jangka panjang atau bulanan? Bagaimana jika dalam satu bulan tidak ada yang menyewa mobil anda, berarti penghasilan anda bulan itu berkurang 2 juta, bagaimana kalau berlangsung lebih dari satu bulan.
  • Apakah anda sudah memiliki tabungan sebagai modal apabila penghasilan usaha anda lebih kecil dari pengeluaran bulanan anda.
  • Usia anak anda saat ini 3 tahun, berarti 2 tahun lagi akan masuk TK dan 3 tahun lagi masuk SD, apakah anda sudah mempersiapkan dana untuk uang pangkal dan SPP bulanan sekolah anak anda yang otomatis akan menaikkan kebutuhan belanja keluarga anda.
  • Apakah ada rencana untuk kelahiran anak anda berikutnya dan apakah anda sekarang tinggal di rumah sendiri?
  • Apakah zakat dari penghasilan anda sudah ditunaikan sehingga kewajiban kita untuk menyerahkan hak kaum dhuafa yang ada pada penghasilan kita sudah dilakukan.
 

Menurut saya rencana anda untuk berwirausaha sangat baik tetapi waktunya belum sekarang. Saat ini anda mempersiapkan diri untuk rencana tersebut dengan memperkuat kondisi keuangan anda, membangun tabungan darurat dengan paradigma anda sisihkan dahulu penghasilan anda setelah membayar zakat untuk tabungan dan anda hidup dari sisanya. Rencanakan dan prioritaskan bersama istri anda  kebutuhan masa depan keluarga anda dan diskusikan rencana penghasilan anda dari hasil berwirausaha ini berkaitan dengan rencana usaha anda. Apabila ada ikhtiar insya Allah ada jalan untuk mencapai cita-cita anda sekeluarga, karena manusia mendapatkan sesuai dengan apa yang diusahakannya.. 

Semoga bermanfaat. Wass.Wr.Wb. 

Wassalam, 

 

 

Edianto Prasetyo     
Direktur Eksekutif Hijrah Institute-Jakarta