|
Jakarta (22/09). Sebentar lagi lebaran datang, dan masyarakat pun berbondong-bondong mudik ke daerah asal masing-masing untuk saling bersilaturahmi dengan kerabat atau bahkan teman sekampung yang lama tak dijumpai. Jalan ramai, tapi pemukiman lebih sepi. Tak jarang kesempatan ini dimanfaatkan oleh pencuri, maka sebelum pergi ada baiknya mempersiapkan beberapa tips berikut agar hati pun dapat tenang meninggalkan rumah.
Pertama, pastikan tidak ada barang berharga yang ditinggalkan di kamar atau di rumah, ketika akan mudik. Kalaupun ada, pastikan barang berharga tersebut dalam keadaan aman, baik aman karena disimpan di tempat tertentu atau aman karena dititipkan kepada tetangga atau orang terdekat yang tidak mudik. Kedua, pastikan jendela, pintu rumah, pintu pagar dan pintu masuk lainnya dalam keadaan terkunci baik. Apabila ada kunci yang rusak atau tidak berfungsi optimal, lebih baik diganti atau diperbaiki sehingga penguncian bisa optimal. Sebaiknya pula, ada kunci ganda untuk kunci pintu rumah, kamar jendela dan kunci pagar. Karena, adanya kunci ganda akan meningkatkan "kewibawaan" rumah yang bersangkutan dan bisa memperlambat proses kelancaran calon pencuri memasuki halaman rumah. Ketiga, apabila dana mencukupi, sebaiknya membeli peralatan CCTV atau lensa pemantau yang disambungkan dengan alat perekam televisi. Dengan begitu, kita bisa memutar ulang rekaman suasana rumah tatkala kita tinggalkan mudik selama beberapa hari. Kalaupun tidak ada CCTV atau lensa pemantau yang berfungsi baik, bisa saja menggunakan lensa pemantau yang harganya murah namun masih bisa berfungsi. Seandainya tetap tidak memiliki dana untuk membeli, bisa saja kita memanfaatkan lensa pemantau yang sudah rusak dengan tujuan sekadar "membuat ragu" calon pencuri. Keempat, simpan sandal atau sepatu di depan kamar atau halaman rumah. Tujuannya untuk mengecoh calon pencuri, seolah-olah di dalam rumah atau kamar tersebut ada orangnya. Kelima, hidupkan radio dan nyalakan lampu dalam rumah atau kamar. Tujuannya membuat "ragu" calon pencuri karena tentu akan menduga di rumah atau kamar tersebut ada penghuninya. Keenam, seandainya kita punya tetangga dekat atau rekan yang tidak mudik, akan lebih baik kita meminta bantuannya untuk menghidupkan dan mematikan lampu penerangan halaman dan dalam rumah setiap hari. Cara ini jauh lebih baik daripada menghidupkannya nonstop selama mudik. Karena, calon pencuri biasanya melakukan pemantauan pada siang hari. Bila melihat ada rumah yang masih menyala lampu penerangannya, berarti rumah tersebut tidak ada penghuninya. Ketujuh, jika memiliki saudara, rekan, atau tetangga dekat yang tidak mudik, titipkanlah rumah atau kamar saat mudik. Dengan begitu, mereka bisa turut membantu mengamankannya. Untuk itulah, jangan lupa setelah balik mudik memberikan sekadar "balas jasa" kepada mereka yang telah menjaga rumah atau kamar selama mudik. Pesan untuk pembantu atau kerabat dekat yang menunggui rumah Jika suatu saat ada orang yang tak dikenal menelepon rumah menanyakan keberadaan tuan rumah, katakan agar penjaga rumah menjawab kalau Bapak sedang tidur, atau sedang berada di rumah tetangga. Sebab bukan tidak mungkin penelepon adalah orang yang sengaja mencek apakah rumah terdapat penghuni atau tidak. Modus ini biasa digunakan oleh pelaku yang selalu memanfaatkan momen lebaran untuk tujuan yang tidak kita inginkan. Jika penelepon terus melakukan panggilan, agar ditanyakan identitas penelepon, nomor telepon/hape, apa keperluan, mungkin yang bersangkutan mau meninggalkan pesan.Tuan rumah disarankan untuk selalu komunikasi dengan penjaga rumah dengan tujuan untuk memonitor setiap perkembangan. Jika ada tamu datang, penjaga agar membuat kesan bahwa tuan rumah ada di tempat. Apalagi jika tamu tersebut tidak dikenal, disarankan untuk selalu menerima di luar rumah dan mengatakan Bapak atau Ibu sedang istirihat. Jangan banyak pembicaraan, kalau si tamu ingin memaksakan menunggu disarankan untuk datang di waktu lain. Dan tanyakan keperluannya, hal ini untuk memanfaatkan kesempatan komunikasi dengan tuan rumah yang lagi mudik. Terakhir, jika malam hari, penjaga rumah juga disarankan untuk menghidupkan radio atau teve agar menimbulkan kesan bahwa rumah masih terdapat penghuni. Waspada di siang hari. Pembobolan rumah paling sering justeru di siang hari. Modus operandi mereka yang perlu diwaspadai adalah model penyamaran sebagai tukang servis ac, listrik, pdam atau pengantar barang. Hati-hati modus ini sangat rapi dan sudah banyak yang membobol rumah dengan pola seperti ini. Penyamaran mereka sangat sulit dibedakan dengan tenaga asli. Untuk meyakinkan penghuni, umumnya mereka datang dengan kendaraan mobil, berseragam bahkan ada yang melengkapi diri dengan surat tugas atau kartu identitas diri. Kedatangan mereka pasti sudah dipersiapkan, mungkin juga sudah lama melakukan pengendusan terhadap situasi rumah yang akan dijadikan sasaran. Prosesnya, seperti yang sudah dikemukakan di atas, dimulai dengan orientasi keberadaan penghuni dengan melakukan telepon ke rumah atau bertamu sebelumnya. Perhatikan sebelum memutuskan pulang mudik, ingat apakah hari sebelum ini apa ada suatu kejadian yang kadang tak pernah diperhatikan. Lakukan perekeman dengan semua penghuni rumah, apakah sebelum ini terdapat hal-hal yang mencurigakan. (nad, berbagai sumber) |