LPNU Medan adakan pelatihan Koperasi Syariah PDF Print E-mail
Jumat, 31 Oktober 2008
Medan (31/10). Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Koperasi Sumatera Utara Medan mengadakan Pelatihan koperasi syariah bagi Pondok Pesantren di Sumatera Utara. Acara yang bertempat di Asrama Haji Sumatera Utara tersebut, tanggal 28-29 Oktober 2008, dihadiri oleh Gus Irawan Pasaribu, Dirut Bank Sumut Syariah sekaligus Ketua MES Sumut, dan pembicara dari akademisi dan praktisi ekonomi Syariah.

Rangkaian kegiatan pelatihan dimulai dengan pembahasan materi ”Peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam membangun perekonomian Ummat” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syaad Afifuddin S. MEc. Dalam paparannya dinyatakan bahwa tuntutan perubahan yang demikian cepat, kopontren diharapkan dapat memberikan kontribusi dan peranan yang nyata dalam mendukung perwujudan dan tataran paradigma baru pembangunan ekonomi dalam era otonomi daerah saat ini. Karena, hal ini sebagaimana diamanatkan dalam rangka upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Syaad mencontohkan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang dikelola Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat dalam pengembangan ekonomi umat. Kegiatan usaha tersebut meliputi Kopontren Raudah, BMT, Wartel, Topel (Toko Pelajar), Wapel (Warung Pelajar), laundry, Studio Foto dan Percetakan. Untuk itu, Syaad mengharapkan dukungan lembaga keuangan di Sumatera Utara untuk peningkatan lembaga kopontren.

Pembahasan tentang Mekanisme pendirian BMT sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah kaitannya dengan Koperasi disampaikan oleh Suhi Fandy Chair dari PINBUK. Suhi menjelaskan seluruh aspek perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Perkembangan tersebut total 39,12 juta dengan rincian, usaha menengah 0,05 juta sekitar 0,13 %, Usaha kecil 2,70 juta 6,90% dan usaha Mikro 36,37 juta 92,97 %.

Sementara itu, dari akademisi hadir Prof. Dr. Pagar Hasibuan, MA dengan topik: Prinsip-prinsip ekonomi Syariah dalam pengelolaan koperasi pesantren. Ekonomi Syariah diharapkan menjadi alternatif sistem perekonomian dunia setelah kehancuran sosialis dan kapitalis. Perkembangan ekonomi Islam telah sampai ke Eropa, Amerika, Australia, Afrika dan Asia, termasuk Indonesia.

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan seperti: Bank perkreditan Syariah (BPRS), Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Asuransi Takaful, Unit Simpan Pinjam Syariah dan Koperasi Pesantren.  Perkembangan tersebut tidak lain didukung oleh prinsip-prinsip ekonomi syariah, tauhid, keadilan, kebebasan dan pertanggungjawaban. Dalam hal, kopontren, Pagar memperkirakan akan tumbuh subur, karena; [1] Ponpen adalah penyandang idealisme yang sama dengan prinsip ekonomi syariah, yaitu: Menebarkan keadilan, kejujuran, kebersamaan, kedamaian, dan saling menguntungkan dan Menghindari riba, gharar, paksaan dan spekulatif; [2] Diawasi dan dilaksanakan oleh ulama; [3] Didukung oleh masyarakat dan pemerintah.

Materi selanjutnya adalah Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Kopontren disampaikan Oleh Syafrizal Helmi, M.Si. Fak. Ekonomi USU. Helmi memulai dengan Mindset Bisnis, yaitu dengan cara mengubah cara berfikir dan bertindak agar bisnis menjadi berkembang melalui kreativitas dan inovasi. Mencari ide dan peluang bisnis harus selalu dilakukan agar tercipta wirausaha-wirausaha baru yang dapat menambah income. Pengelolaan manajemen juga sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan usaha.

Perlunya manajemen pemasaran bagi UKM disampaikan oleh Drs. H. Miftahuddin Murad, MBA. Manajemen pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencankan produk (barang dan jasa), menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikannya agar dapat memuaskan kebutuhan/keinginan pembeli (konsumen) maupun pembeli potensial (mempunyai kemampuan mengulang pembelian, punya ilmu pengetahuan, dan dimodifikasi untuk dijual lagi) untuk mendapatkan keuntungan. Pemasaran merupakan inti sebuah perusahaan.  

Tampak antusiasme masyarakat dengan acara pelatihan ini terlihat dari  jumlah peserta sekitar 300 orang dari Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) se-Sumut. ”Acara pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan baru bagi Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN)” tegas CH. Idham Dalimunte, SE, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama Sumatera Utara dan sekaligus Ketua Penyelenggara.[wis,www.pkesinteraktif.com]