Tips Perencanaan Keuangan Keluarga Muda PDF Print E-mail
Rabu, 05 November 2008

 

Saya baru membentuk sebuah keluarga, apa yang harus saya persiapkan untuk keberlangsungan keluarga saya ke depan sekarang ini, memperhitungkan kondisi ekonomi yang semakin sulit dari tahun ke tahun. Saya dan istri bekerja di perusahaan swasta dengan gaji sedikit di atas UMR. Dan kapan kiranya waktu yang tepat saya bisa memiliki anak,memperhitungkan apabila kami memilikinya otomatis istri saya tidak bekerja.

Kedua, dalam menghadapi krisis keuangan global yang mau tidak mau Indonesia juga terkena imbasnya, sekarang ini investasi apa yang bisa saya tanamkan agar nilai uang yang saya miliki tidak berkurang, karena saya merencanakan uang tersebut tidak untuk digunakan dalam waktu dekat. Terimakasih.

 
Salam,

Doni-Jakarta 

Asalamu’alaikum Wr.Wb. 

Bapak Doni yang berbahagia, saya mengucapkan selamat  kepada anda dan istri yang baru saja membentuk sebuah keluarga. Semoga anda berdua dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah di kemudian hari. 

Pertama-tama anda harus membangun sebuah tabungan darurat untuk berjaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga penghasilan anda terhenti, misalnya karena sakit yang berkepanjangan, PHK, atau hal lain.  Dengan tabungan ini anda harus dapat memenuhi kebutuhan keluarga minimal 6 bulan kedepan. Tabungan ini akan terbentuk apabila anda berdua memiliki komitmen untuk menabung, jadi sisihkan untuk tabungan tersebut pada awal menerima gaji, misalnya 10% dari masing-masing gaji anda berdua untuk tabungan ini.  

Berapapun penghasilan anda saat ini, usahakan pengeluaran anda berdua lebih kecil dari penghasilannya. Dalam situasi keuangan seperti ini saya sarankan untuk menjaga betul likuiditas anda, Usahakan anda memiliki simpanan/ tabungan, hindari untuk berhutang dalam waktu sekarang ini karena biayanya akan relative mahal. 

Mengenai kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk memiliki anak, saya tidak berani menjawab, tetapi intinya janganlah kita menolak karunia Allah karena takut miskin. Allah Maha Mengetahui kapan saatnya kita siap untuk dikaruniai keturunan, dan Allah menjamin rizki atas ciptaanNya. “Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian memberikan rizqi……..” (Q.S. Ar Ruum 30:40). 

Jadi kapanpun kita dikaruniai anak, insya Allah rizki itu akan mengalir kepada ciptaanNya, rizki sesungguhnya hanya menjadi kehendak Allah untuk diberikan kepada siapa yang dikehendaki dari hambaNya,dan oleh karena itu kehendak Allah itulah menjadi satu-satunya sebab datangnya rizki. 

Kemudian muncul dalam benak kita mengapa Allah melapangkan  rizki kepada seseorang dan menyempitkan kepada orang lain. Jawabannya adalah bahwa itulah kehendak Allah Swt, Dia Maha Berkehendak dan Maha Adil, Dia tidak menganiaya hamba-hambanya, Dia hanya hendak menguji hambaNya baik dengan rizki yang lapang maupun mengujinya dengan rizki yang sempit. 

Pada waktu sekarang ini, semua nilai investasi baik saham, unit reksadana maupun asuransi dalam posisi harga yang sangat rendah. Untuk investasi jangka panjang instrumen-instrumen ini relative baik, tetapi perlu anda perhatikan kebutuhan jangka pendek dan menengah sebelum berinvestasi agar  tidak melikuidasi instrument investasi yang sudah dialokasikan untuk jangka panjang untuk keperluan mendadak, karena mengakibatkan hasil investasinya tidak optimal.  

Demikian semoga bermanfaat. Wass. Wr.Wb. 

Wassalam,     
 

Edianto Prasetyo

Direktur Eksekutif Hijrah Institute-Jakarta