KH. Miftah Faridh: Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah Ada di Internal Umat Sendiri PDF Print E-mail
Senin, 10 November 2008

Bandung, (10/11).  Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih perlu terus dilakukan. Banyak hal yang harus dikerjakan untuk dakwah ekonomi syariah di Indonesia agar bisa berjalan kerkelanjutan. Komentar tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Jawa Barat, KH. Miftah Faridh, tatkala dihubungi via telepon oleh pkesinteraktif.com.

KH. Miftah Faridh-pict: lovemyquran.com
KH. Miftah Faridh-pict: lovemyquran.com
Dalam kesempatan tersebut, Kyai yang sering menjadi pembimbing spiritual para artis ini mengemukakan bahwa dalam pengembangan ekonomi syariah ini masih membutuhkan sosialisasi yang terus menerus, keterlibatan media masa Islami untuk mengekpose info dan berita ekonomi syariah, serta peran aktif para da’i untuk selalu mendakwahkan ekonomi syariah ke umat Islam.

Dalam hal ini, sambung KH Miftah Faridh, MUI Bandung siap membantu kerja dakwah ekonomi syariah yang selama ini dilakukan oleh Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES). Mengetahui kalau PKES telah menerbitkan buku Khutbah Jum’at Ekonomi Syariah dan buku Materi Dakwah Ekonomi Syariah, KH. Miftah Faridh menyambut baik dan meminta agar kedua buku itu dapat disebarluaskan di kota Paris van Java ini.

Di sisi lain, KH Miftah Faridh melihat bahwa tantangan pengembangan ekonomi syariah itu ada di internal umat Islam sendiri. Indikasinya, imbuh Kyai yang menjadi panutan umat Islam Jawa Barat ini, masih ada ketidakpercayaan umat Islam mengenai ekonomi syariah. Selain itu, tantangannya berupa pencitraan tidak baik yang sengaja didramatisir tentang praktek ekonomi syariah.

Hal-hal semacam ini, dalam pandangan KH. Miftah Faridh perlu direspon dengan cara yang baik (bil himah), agar pengembangan ekonomi syariah tetap terarah sesuai dengan cita-cita bersama umat Islam, sebagai perwujudan li i’lai kalimatillah. [hsn: www.pkesinteraktif.com]