Asuransi Syariah Tidak Tersentuh Krisis PDF Print E-mail
Rabu, 12 November 2008
Jakarta, (12/11). Krisis keuangan global tidaklah berpengaruh terhadap kinerja asuransi syariah.  Asuransi syariah relative masih bisa berjalan secara normal tidak terpengaruhi oleh perkembangan krisis.

Djafril Khalil, CEO Asuransi Mubarakah, saat dihubungi melalui telepon, mengatakan bahwa perkembangan asuransi syariah sama sekali tidak tersentuh oleh krisis keuangan global. Hingga saat ini masih tetap aman dari terpaan krisis.

Menurut Djafril, hal ini dikarenakan asuransi syariah tidak melakukan investasi di portofolio. Seperti Mubarakah misalnya, sejak bulan April 2008 sudah menarik dari investasi melalui portofolio, karena sudah terlihat tidak menguntungkan. Sehingga tidak ada investasi yang ditempatkan di portofolio.

Hingga saat ini, Mubarakah telah memiliki asset sekitar Rp 147 miliar, dan perolehan premi Asuransi Mubarakah per Oktober 2008 mencapai Rp 115 miliar. Hal ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 84 miliar.

Sementara untuk tahun 2009, premi Mubarakah ditargetkan sebesar Rp 1,5 triliun, dan untuk total premi asuransi syariah ditargetkan sebesar Rp 3 triliun atau berkisar 6 persen dari total premi perusahaan asuransi jiwa nasional.

Krisis keuangan global diharapkan mampu membangkitkan perkembangan asuransi syariah lebih cepat dari sebelumnya. Ditambah dengan kesadaran masyarakat terkait dengan pengelolaan risiko diharapkan turut mempengaruhi pertumbuhan perasuransian syariah ke depan. Sementara masyarakah sudah mulai jenuh dengan asuransi konvensional.

“Sebenarnya krisis ini bukanlah momentum bagi asuransi syariah. Karena setiap saat bisa dijadikan momentum, tidak perlu menunggu krisis,” ungkap Djafril.[roel,www.pkesinteraktif.com]