Sepuluh Macam Kendala Dikabulkannya Do'a PDF Print E-mail
Senin, 17 November 2008

Ibrahim bin Adham, seorang sufi yang hidup pada abad ke-8 Masehi menjelaskan kendala-kendala dikabulkannya do'a atau dengan kata lain, sebab-sebab do'a tidak dikabulkan oleh Allah Swt. Sepuluh macam kendala ini Ibrahim bin Adham sampaikan tatkala ketika dia sedang berjalan di pasar Bashrah (sebuah kota terkenal di Iraq), dai menerima pertanyaan dari sebagian penduduk, "Mengapa nasib kami masih belum berubah, padahal kami selalu berdo'a siang dan malam, sedang Allah Swt telah menjanjikan dalam Al-Qur'an akan mengabulkan do'a setiap orang yang berdo'a kepada-Nya?"

Imam Ibrahim bin Adham memberikan jawaban dengan tegas kepada mereka: "Wahai penduduk Bashrah! Hati kalian telah mati pada sepuluh perkara, maka bagaimana mungkin do'a kalian dikabulkan?" Kemudian Imam Ibrahim bin Adham menyebutkan satu persatu sepuluh perkara sebagai kendalanya do'a dikabulkan Allah Swt, yaitu:

Pertama, Kalian mengenal Allah, tetapi tidak memenuhi hak-Nya. Hak Allah Swt adalah agar hamba-Nya senantiasa beribadah dan mensyukuri nikmat yang diberikan dan dilimpahkan Allah Swt dengan cara beribadah kepada-Nya. Bagaimana mungkin Allah mengabulkan do'a seseorang, jika Allah mengatakan dia harus berjalan ke kanan tetapi masih ditempuhnya jalan ke kiri?

Kedua, Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkan isinya. Al-Qur'an senantiasa dibaca, bahkan dengan lagu yang indah. Tetapi sayang isinya tidak dikaji, sehingga tidak menghayati kandungan yang terdapat dalam Al-Qur'an. kalaupun ada satu dua ayat yang dipahami tidak pula diamalkan, bahkan tidak jarang dilanggar.

Ketiga, Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah, tetapi sunahnya ditinggalkan Rasulullah Saw sudah memberikan suri tauladan yang baik bagi umatnya. Hanya saja masih banyak yang memilih tidak mengikuti sunah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Keempat, Kalian mengaku memusuhi setan, tetapi mematuhi dan menyetujuinya. Biasanya kita dengan lantang mengatakan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia, sehingga harus dijauhi. Namun sayang, masih banyak yang bertekuk lutut dan tidak berdaya terhadap rayuan dan godaan setan. Jika tidak tergoda mungkin saat ini tidak ada yang korupsi,  mabuk-mabukan, berjudi, dan perbuatan yang tidak baik lainnya.

Kelima, Kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak mau beramal untuknya. Orang yang demikian tak ubahnya orang yang hanya berkhayal terhadap keinginannya tetapi tidak mau berusaha untuk menggapainya. Orang yang mau menang tanpa berjuang.
Keenam, Kalian mengaku ingin selamat dari api neraka, tapi menjerumuskan diri sendiri ke dalamnya. Pada umumnya jika orang ditanya apakah ingin masuk neraka? Tentu jawabannya adalah "TIDAK". Tetapi jawaban ini terkadang bertolak belakang dengan perbuatannya yang masih suka bermaksiat kepada Allah Swt.

Ketujuh, Kalian mengatakan bahwa kematian itu pasti datang, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Semua menyadari bahwa hidup di dunia hanyalah sesaat, numpang lewat, yang abadi hanya kehidupan di akhirat kelak. Tetapi di antara kalian masih banyak yang enggan mengerjakan amal saleh yang akan menjadi kunci pembuka pintu kehidupan yang kekal abadi itu.

Kedelapan, Kalian suka memikirkan dan mengurus aib saudara kalian, tapi tidak melihat aib sendiri. Ibarat peribahasa, "semut di seberang lautan tampak, tapi gajah di bawah pelupuk mata sendiri tidak tampak".

Kesembilan, Kalian memakan nikmat Ilahi, tapi tidak pandai bersyukur kepada-Nya. Kenikmatan yang Allah berikan tidak terhingga dirasakan dan dinikmati oleh kalian, tapi tidak berterimakasih kepada-Nya. Malah kadang-kadang membangkang dengan menunjukkan sikap arogan dan lupa daratan.

Kesepuluh, Kalian ikut menguburkan orang yang mati, tapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Mati merupakan nasehat bagi yang hidup. Tidak lama lagi yang hidup akan menyusul. Akan tetapi, tidak mengambil pelajaran dari kejadian itu. Masih terlena dengan gemerlapnya dunia. Sehingga lupa untuk mempersiapkan diri jika maut menjemput.

Demikianlah sepuluh kendala yang mengakibatkan do'a seseorang tidak dikabulkan Allah Swt menurut Ibrahim bin Adham. Mungkin bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari berbagai krisis dan bencana karena kesepuluh perkara ini lekat dengan bangsa kita. Allah sudah jelas-jelas dalam Al-Qur'an dan dipertegas oleh Rasulullah Saw bahwa "riba" adalah haram, tetapi banyak sekali yang masih dengan tenang dan khusyuk menikmati riba, padahal sudah banyak yang menjelaskan hal ini. Berarti masih sangat sedikit yang menjauhi riba dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan Allah Swt memberikan pintu hidayah kepada kita semua. Amiin.


Zarkasih, dari berbagai sumber