Kalimat akselerasi perbankan syariah mencapai 5% di akhir tahun 2008 saat diprogramkan oleh Bank Indonesia (BI), membuat nafas bank syariah tak pernah berhenti untuk bekerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Ramzi A Zuhdi, melihat apa yang telah dilakukan oleh bank syariah sudah maksimal dan mereka berkerja secara mati-matian.
Meski demikian target 5% di akhir 2008 yang menjadi harapan bank syariah bersifat ilusi dan tak menjadi kenyataan, hingga kini statistik market share masih berkisar 2,2 %. Kenapa akselerasi perbankan syariah tak mencapai 5%? Ramzi A Zuhdi, mengatakan, karena rumus awalnya dalam mengukur akselerasi yang salah. Untuk itu BI sudah tidak akan lagi bicara tentang akselarasi lagi dan yang digagas saat ini adalah pertumbuhan, yakni bagaimana mengejar pertumbuhan. Untuk itu BI telah mempersiapkan jurus-jurus baru dalam sosialisasi dan promosi.
Seperti apakah itu? Amalia dan Agus Yuliawan, menghubungi langsung Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Berikut percakapannya:
Seperti yang dipublikasikan Bank Indonesia dalam statistik perbankan syariah Indonesia ternyata market share perbankan syariah masih 2,2 %. Jika demikian berarti akselerasi perbankan syariah 5% akhir di tahun 2008 mengalami kegagalan. Apa pendapat Anda? Yah komentar saya baik-baik aja dalam mencermati perkembangan tersebut.
Apa yang menyababkan kegagalan akselarasi perbankan syariah selama ini? Yang salah itu adalah rumusnya, dimana 5% itu adalah nominal angka total aset bank syariah tahun 2008 dibagi dengan total aset industri perbankan konvensional tahun 2008. Karena total aset perbankan konvensional 2007 bergerak terus akirnya kejar-kejaran. Nach jika kejar-kejaran, kelihatannya industri perbankan syariah tidak kelihatan bergerak. Hal ini terjadi karena rumusnya yang salah.
Kenapa hal ini terjadi? Sudah saya bilang rumusnya yang salah dari awal.
Apa yang harus dilakukan oleh bank syariah agar industri perbankan syariah bisa berkembang pesat? Saya meihat apa yang dilakukan oleh industri perbankan syariah selama ini sudah bagus dan mereka telah bekerja secara matian-matian dalam mengembangkan industri ini.
Adakah ada strategi BI untuk memajukan perbankan syariah? Strategi berikutnya adalah kita akan mendorong investor-investor untuk mendirikan bank syariah di Indonesia.
Dengan langkah itu, apakah ada kebijakan tertentu? Kalau kebijakan tertentu sebenarnya tidak ada sama sekali. Hanya saja kita mensosialisasikan pada para investor bahwa mendirikan bank syariah itu sangat mudah dan modal awalnya adalah sepertiga dari pendirian bank konvensional. Kemudian jika bank konvensional mendirikan bank syariah tidak kena single present policy.
Selain itu adakah langkah lain? Saya rasa tidak ada. Jika ada adalah sosialisasi dan promosi.
Dengan langkan seperti itu ? Apakah BI tetap bersekukuh dengan target market share? Saya rasa sudah tidak saatnya bicara market share, tapi kami lebih fokus pada pertumbuhan perbankan syariah.
Apakah itu hanya dilakukan oleh BI? Saya rasa tak bisa dibebankan sama BI saja. Tapi pelaku-pelaku perbankan syariah harus dilibatkan dengan cara melakukan sosialisasi dan promosi bersama.
Kabarnya BI kedepan akan mencanangkan program perbankan syariah terbaik di Asia Tengara? Strategi apa lagi ini? Iya benar. Insyaallah kita akan tampil sebagai industri perbankan syariah terbaik di Asia Tenggara.
Untuk menuju itu apa yang akan disiapkan oleh BI? Yah kita kembangkan dulu promosi dan iklan-iklan di berbagai media masa dan tak lupa kami juga beriklan lewat mulut ke mulut yang mampu menghubungkan dengan Timur Tengah.
Untuk mewujudkan perbankan syariah terbaik di Asia Tenggara, kira-kira hambatan apa yang menghalanginya? Saya rasa hanya SDM saja yang menjadi masalahnya. Saya melihat selama ini orang yang berminat bekerja di bank syariah lebih sedikit dibandingkan dengan di bank konvensional. |