|
Pengasuh yang terhormat, saya ayah dari 4 (empat) anak yang usianya beragam. Anak saya yang tertua saat ini kelas 2 SMU sedangkan anak saya terkecil saat di berusia 6 tahun. Saya karyawan sebuah perusahaan swasta di bidang jasa konstruksi. Usia saya saat ini 46 tahun. Istri Ibu rumah tangga. Saya ingin menanyakan, bagaimana merencanakan untuk menabung untuk hari tua. Karena saya tidak mendapat dana pensiun. Saat ini, dengan besarnya kebutuhan sehari-hari, saya kesulitan untuk menabung untuk hari tua saya. Dan di usia berapa sebaiknya kita memulai untuk menabung untuk hari tua dan berapa besarnya? selanjutnya instrumen investasi seperti apa yang dapat saya pergunakan untuk investasi hari tua. Terimakasih.
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Bapak Hasan yang terhormat, tidak pernah terlambat untuk memulai sesuatu selama kita berniat dan berikhtiar untuk mendapatkan apa yang kita perlukan. Di usia anda saat ini masih memiliki waktu menabung atau mempersiapkan dana pensiun sampai dengan usia 55 – 60 tahun. Umumnya perusahaan swasta mengikuti program Jamsostek, yang merupakan tabungan untuk hari tua yang sumbernya dari pemotongan sebagian kecil dari gaji bulanan karyawan. Apabila dinilai dana Jamsostek tersebut belum mencukupi, maka anda bisa mulai menyisihkan sebagian kecil dari gaji anda untuk mempersiapkan tabungan atau penghasilan di hari tua. Pak Hasan, jika anda ingin kehidupan yang nyaman di hari tua maka konsekuensinya adalah ada pengorbanan yang harus dilakukan saat ini. Sisihkan sejumlah dana untuk ditempatkan pada program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di bank syariah atau di tabungan dan tidak dibuatkan ATM. Penyisihan dana ini dilakukan segera setelah anda menerima gaji, jadi anda harus bisa memenuhi kebutuhan keluarga dari gaji setelah dikurangi tabungan tersebut. Pasti ada pengeluaran yang harus diperkecil, bisa biaya HP, rekreasi, transport, artinya hitung ulang bersama istri pengeluaran apa yang bisa dikurangi demi kesejahteraan anda sekeluarga 15 tahun mendatang. Mudah-mudahan anda tidak merokok, coba kita hitung berapa uang yang sudah dihabiskan untuk merokok setiap hari sebanyak satu bungkus selama 10 tahun, kalau harga rata-rata selama waktu tersebut 5 ribu rupiah maka selama 10 tahun sudah 18,25 juta rupiah yang dihabiskan. Kalau dana tersebut diinvestasikan dengan imbal hasil rata-rata 10% pertahun, maka dana tersebut sudah menjadi sekitar 32 juta rupiah. Demikian pula kalau anda rajin menabung 5 ribu rupiah perhari selama 10 tahun dan saya yakin anda bisa menyisihkan lebih dari angka tersebut, insya Allah. Dengan bertambahnya usia kesehatan kita juga menurun, kita perlu juga mengantisipasi keadaan yang tidak diharapkan apabila kita sudah tidak bisa produktif lagi untuk bekerja karena sakit atau bahkan meninggal dunia, maka produk asuransi syariah juga dapat menjadi pilihan investasi untuk hari tua anda. Kalau istri anda saat ini ibu rumah tangga dan masih memiliki tenaga dan waktu yang luang, bisa mulai dengan usaha kecil di rumah atau bersama teman untuk bermitra membuka usaha. Hal ini juga untuk mengantisipasi kondisi ekonomi dan keuangan saat ini yang dapat berpengaruh ke setiap lini usaha. Intinya mulai saat ini perkuat jumlah tabungan anda, hindari pengeluaran yang tidak perlu, beri pengertian kepada keluarga mengenai rencana anda, karena semua ini demi kesejahteraan keluarga anda. Semoga bermanfaat. Wassalam, Edianto Prasetyo Direktur Eksekutif Hijrah Institute-Jakarta |