Fuad Rahmani: Hati-Hati dalam Mengelola Produk Syariah PDF Print E-mail
Rabu, 19 November 2008

Jakarta, (19/20). Krisis keuangan global yang imbasnya kini dirasakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, berawal dari subprime mortgage crisis di Amerika. Kepala Bapepam-LK Departemen Keuangan RI, Dr. Ahmad Fuad Rahmani, dalam pemaparannya di hadapan peserta Ijtima’ Sanawi (Annual Meeting) Dewan Pengawas Syariah (DPS) tahun 2008 di Hotel Mercure Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta menjelaskan agar jangan terjebak dengan produk yang sifatnya subprime.

ImageSubprime adalah produk yang ditawarkan oleh pihak yang nilai pembayarannya berpotensi tidak lancar. Produk ini ditawarkan ke market terlebih dahulu melalui proses sekuritisasi oleh industri pasar modal ataupun asuransi. Awalnya, subprime ini merupakan produk yang dimiliki oleh industri perbankan yang karena kondisi global, adanya inter-koneksi antar industri keuangan, kemudian hari disekuritisasi oleh industri pasar modal dan asuransi dalam bentuk penjaminan kredit.

Bagi pelaku di industri pasar modal syariah, Fuad mengingatkan agar berhati-hati dalam mengelola produk syariah. “Jangan asal membuat produk syariah. Misalnya, kalau konvensional mempunyai satu produk, jangan langsung dicarikan syariahnya,” tandas mantan Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara (PMON) ini.

Kalau kita tidak hati-hati dalam meng-create produk syariah, sambung Fuad, bukan tidak mungkin model subprime mortgage akan menimpa di industri pasar modal syariah. Dalam hal ini, fungsi DPS di industri pasar modal syariah diperlukan untuk mengawasi operasionalnya agar tetap sesuai dengan kaedah syariah. “Jangan lepas kontrol dengan produk syariah”, ujar mantan Deputy for Budgeting and Accountancy pada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias

Sebagai dampak dari adanya subprime mortgage crisis ini, market bisa jadi akan melirik ke produk syariah. Karena market sudah tidak percaya lagi dengan produk yang ditawarkan oleh industri pasar modal konvensional. Dengan catatan, produk syariah tidak akan mengalami risiko seperti subprime. [hsn: www.pkesinteraktif.com]