|
KH. Ahzami Samiun Jazuli: Haji adalah Ibadah Finansial |
|
|
|
|
Jumat, 21 November 2008 |
|
Jakarta, (21/11). Haji merupakan ibadah tahunan yang dilakukan oleh umat Islam yang mampu dengan mengunjungi Baitullah, Ka’bah di Makkah. Allah Swt telah menjadikan Ka’bah sebagai syi’ar agama Islam. Beribu-ribu umat Islam dari penjuru dunia bersengaja mendatangi Baitullah, hanya karena memenuhi panggilan Allah Swt.
Sambil memanjatkan pujian kepada Allah Swt, umat Islam yang menunaikan ibadah haji menapaki jejak-jejak sejarah yang pernah dilakukan oleh para anbiya’ Allah Swt, mulai dari Nabi Ibrahim as sampai masanya Nabi akhir zaman, Muhammad Saw. Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Jati Asih-Bekasi, KH. Ahzami Samiun Jazuli, melihat haji termasuk bagian dari ibadah harta (ibadah al-maliyah), karena dalam menjalankan ibadah haji membutuhkan persediaan finansial yang cukup. Saat ini, Departemen Agama selaku wakil pemerintah yang mengatur penyelenggaraan haji di Indonesia telah mematok Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar tiga puluhan juta rupiah. Selain itu, sambung KH Ahzami, ibadah haji juga memerlukan kondisi fisik yang prima. Di dalam ibadah haji, kita diwajibkan untuk thawaf, sa’i, wuquf, mabit, yang kesemuanya membutuhkan kekuatan fisik. Oleh karenanya ibadah haji juga termasuk ibadah jasadiyah. KH Ahzami mengingatkan, Rasulullah Saw dalam sabdanya menjanjikan bahwa umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya melainkan surga. [hsn: www.pkesinteraktif.com] |
|