Haikal Hasan, Praktek Selling di LKS salah PDF Print E-mail
Sabtu, 22 November 2008
Jakarta (22/11) Permasalahan selling product menjadikan permasalahan sendiri bagi para praktisi Lembaga Keuangan Syariah (LKS), khususnya perbankan, asuransi dan reksadana. Meskipun bisnis syariah sudah berjalan cukup lama—tapi para praktisi masih mengalami kesulitan untuk menarik market secara jauh menggunakan produk syariah. Hingga kini masyarakat Indonesia masih belum familiar pada industri keuangan syariah. Realitas ini menurut Haikal Hasan, Direktur Manager Anugerah Consulting Building People disebabkan karena konsep selling yang dilakukan oleh praktisi LKS salah. 

Haikal
Haikal
“Mereka masih mendifinisikan pengertian selling sama dengan menjual dan itu tak cocok di diterapkan di dunia bisnis syariah. Selling dalam bisnis syariah harus dipahami secara konsep adalah membantu. Jadi bagaimana para praktisi membantu calon nasabah dalam berinvestasi atau merencanakan manajemen keuangan, sehingga akan menjadikan nasabah need dan akhirnya want” ujar Haikan Hasan, saat berbicara dengan pkesinteraktif.com, di sela acara How To Sell Sharia Product yang diselenggarakan oleh Anugerah Consulting dan KBC di hotel Niko kemarin.  

Kemudian Haikal mengkritik cara komunikasi selling yang dilakukan oleh praktisi LKS masih bersifat umum dan konvensional, seperti mengucapkan kalimat: “bapak saya mau menawarkan ini, bapak saya mau menjualkan ini, bapak saya mau menyampaikan sesuatu tentang syariah”.  

“Seharusnya cara selling yang tepat adalah ijinkanlah saya membantu dan memberikan pencerahan, bapak ijinkanlah saya untuk membantu menjelaskan tentang produk ini,”kata  Haikal.  

Selain itu, kata Haikal, dalam pikiran para praktisi terbebani dengan kata-kata target, yaitu bagaimana cara mengejar target. Kalau untuk consumer product tak masalah itu dilakukan atau untuk jualan produk shampo itu tak masalah. Tapi jika untuk jualan produk syariah tak bisa seperti itu. Bukan mengejar target tapi adalah membantu orang.  

“Saya melihat orang tertarik ke bisnis syariah karena minat dan kebutuhan dan saya yakin dengan konsep ketulusan salesman LKS secara dalam dan dengan didasari rasa membantu, insyaallah  produk syariah bisa diterima oleh masyarakat,”terang Haikal.  

Untuk itu, Haikal meminta pada LKS lebih menempatkat pada komunikasi bagaimana masyarakat lebih beraspek dengan LKS sambil memperbaiki pelayanannya.  

Hal yang sama diuatarakan oleh Presiden KBC, Adiwarman A Karim,  Ia menilai problem yang selama ini di dalam melakukan selling adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh LKS sehingga LKS kesulitan untuk menentukan pasar. 

Terkait dengan masalah itu, Adiwarman meminta pada bank syariah untuk melakukan riset untuk mengetahui apa maunya pasar dan langkah ini disebut smart communication. Cara-cara seperti ini yang jarang dilakukan oleh LKS, akhirnya mereka mengalami blank dalam menawarkan produknya di pasar. 

“Maka dari itu LKS harus cerdas dalam berkomunikasi, jika LKS tidak mau tahu kemauan pasar maka sangat sulit untuk berkomunikasi. Perlu diketahui pasar tak bisa dipaksakan untuk bisa mengerti tentang LKS,”tandas Adiwarman. (Agus Y www,pkesinteraktif.com)