Pertemuan Jurusan KPI se-Indonesia PDF Print E-mail
Sabtu, 22 November 2008

Jakarta, (22/11). Pertemuan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN/IAIN/STAIS se- Indonesia yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 19-20 November, di Syahida Inn Ciputat Tangerang berhasil membentuk Forum Komunikasi Penyiaran Islam (Forkopis). Forum ini nantinya akan menampung segala aspirasi dan aktualisasi dari jurusan KPI Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN/IAIN/STAIS se- indonesia.

ImagePada pertemuan ini juga berhasil dipilih Gun Gun Heryanto (UIN Jakarta) sebagai koordinator,  April (STAIN Kediri) sebagai sekretaris dan Evi (UIN Yogjakarta) sebagai bendahara. Drs Wahidin Saputra MA selaku Ketua Panitia seperti dilansir uin online menyambut gembira hasil pertemuan ini dan menyampaikan, “Pertemuan Jurusan KPI se-Indonesia ini merupakan hal yang mendesak, mengingat jurusan ini belum memiliki forum untuk mengaktualisasikan diri. Pertemuan yang mendapat respon positif ini, semoga dapat menghasilkan rumusan strategi promosi, pembinaan mahasiswa secara baik dalam proses belajar dan praktikum. Forum ini juga sebagai wadah untuk tukar pengalaman  dan informasi.”

Wahidin menambahkan, selain membentuk wadah KPI se-Indonesia, forum yang terbentuk ini berusaha menemukan solusi dari permasalahan jurusan KPI, seperti peminatnya yang sedikit, SDM lemah,  landasan akademik kurang kuat dan prospek alumni tidak jelas.

Tindak lanjut dari pertemuan ini, akan dilangsungkan kongres pada tahun 2009 mendatang di Jakarta. Kongres akan membahas tentang kepengurusan serta AD/ART organisasi. “Pertemuan ini juga mendapat apresiasi dari Rektor Komaruddin Hidayat dan Dirjen Pendidikan Islam,” ungkap wahidin. 

Pertemuan Nasional Jurusan KPI se-Indonesia pada hari kedua dilanjutkan dengan Seminar Nasional dengan mengusung tema“Media Massa, Partai Politik dan Kampanye Pemilu 2009.” Seminar dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, Dr Jamhari Makruf MA. Seminar dengan menghadirkan pembicara; Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bidang Media Henry Subiakto, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok, Wakil Ketua LPP-PKB Faisol Riza, Ketua Badan Humas DPP-PKS Ahmad Mabruri, mendapat respon yang positif dari peserta seminar.  

Dalam keynote speech-nya Henry mengatakan, peranan pers dalam pemilu memang sangat dekat. Media massa mempunyai peran voters education, mengapa harus ikut pemilu, apa makna demokrasi bagi rakyat, terutama menyangkut sikap menerima kekalahan. Peran media yang lain, lanjutnya, menyebarkan electorate Information berkaitan bagaimana tata cara penghitungan suara.

Sependapat dengan Henry, Corporate Secretary MNC Gilang Iskandar mengatakan, pada tahun 2004 media turut mensukseskan pemilihan presiden langsung yang baru pertama kali di Indonesia.“Saat itu Ketua KPU Nazaruddin Syamsudin mengajak media berkumpul untuk membantu mensosialisasikan tata cara pencoblosan. Ini semua karena peran media yang besar,” kata Gilang. (aml)