Andaikan Berguru Langsung Pada Nabi
Berikut ini, saya hanya berandai-andai, membayangkan dan sebatas berkhayal, andaikan bisa berguru langsung kepada Nabi. Tentu hal itu tidak akan mungkin terjadi. Rasulullah sudah wafat sejak sekitar 1400 tahun yang lalu. Orang mulia, tidak punya dosa, dan sangat dicintai oleh Allah swt., juga bukan orang Indonesia, tetapi lahir di Makah, bermukim di Makah dan kemudian hijrah ke Madinah. Rasul terakhir ini wafat di Madinah, setelah berjuang menyampaikan misi kerasulannya dan berhasil membangun masyarakat di sana.
Nilai-Nilai Ekonomi Islam: Adil
Nilai-Nilai Ekonomi Islam: Adil
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil itu di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar bercahaya di sisi kanan Yang Maha Pengasih ‘Azza wa Jalla. Kedua tangan-nya berada di kanan orang-orang yang berlaku adil dalam pemerintahan dan keluarga mereka serta semua yang berada di bawah pengawasan mereka.”
KH. Achmad Sjaichu-Pendiri Pesantren Al-Hamidiyah
Mendirikan pesantren untuk mengembangkan dakwah Islamiyah merupakan salah satu cita-cita luhur KH. Achmad Sjaichu (Almarhum). Sebagai orang yang sejak kecil hidup dan dididik di lingkungan pesantren, wajar saja jika KH. Achmad Sjaichu bercita-cita untuk mendirikan sekaligus mengasuh pesantren. Siapakah KH. Achmad Sjaichu, pendiri dan pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah ini ?
Sepenggal Hikmah Tentang Hidup
Sudah lama ingin saya kisahkan kembali sebuah cerita sederhana tentang sebuah hakikat kerja atau barangkali hakikat ekonomi. Kisah ini saya baca puluhan tahun lalu ketika masih di sekolah dasar dari sebuah majalah anak-anak yang langganankan orang tua, kalau tidak salah majalah “Ananda”. Saya kurang tahu apakah majalah itu masih beredar saat ini. saya sudah tidak ingat siapa penulis dari cerita ini. semoga beliau ikhlas saya cerita ulangkan kisah mulia penuh hikmah ini. Dan semoga beliau mendapat ridha Allah atas cerita ini.
Nilai-Nilai Ekonomi Islam: Al-Ihsan (Kebajikan)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Penangggung anak yatim dari keluarganya atau dari orang lain dan aku adalah seperti dua ini di dalam surga.” Malik mengatakan: Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah.
Page 1 of 47










