Jakarta, (21/4). Indonesia memang negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah. Dengan potensi tersebut banyak elemen-elemen masyarakat yang ingin membumikan ekonomi syariah. Salah satunya adalah Islamic Economic for Indonesian Development (ISEFID).
ISEFID ingin memberikan kontribusinya bagi perkembangan Ekonomi Islam di tanah air. Oleh karena itu sebagai kontribusi pertama ISEFID mengelar forum diskusi. Forum ini mengeksplorasi ilmu dan wawasan pada semua aspek ekonomi Islam yang tengah bergeliat di Indonesia ini.Forum yang dilaksanakan di Program Pascasarjana Universitas Paramadina, Gedung Energy Tower lantai 22 Sudirman ini bertajuk Islamic Economic in Indonesia; Position & Destination. Forum ini dimaksudkan untuk melihat sudah sampai dimana dan mau kemana Ekonomi Islam Indonesia.
Pembicara yang hadir adalah praktisi-praktisi ekonomi syariah ternama di tanah air, mereka adalah Dr. Masyhudi Muqorobin(SDM/Maqashid of Islamic Economics/ISEFID-UMY), Dr. Irfan Sauqi Beik(Islamic Public-Social Sector/ISEFID-IPB), Dr. Raditya Sukmana(Islamic Capital Market/ISEFID-UNAIR) dan Dr. Erie Febrian (Islamic Banking/ISEFID-UNPAD).
Berbagai hal seputar ekonomi syariah dibahas dalam forum ini. Mulai dari tujuan utama ekonomi syariah, pasar modal, perbankan syariah, SDM yang tepat untuk ekonomi syariah hingga bagaimana cara mengitegrasikan ekonomi syariah ke berbagai elemen di kupas secara mendalam.
Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai kalangan terutama yang mendominasi adalah mahasiswa. Para peserta sendiri sangat memberi respon terhadap apa yang sedang dibahas, terlihat berbagai pertanyaan mengalir menghidupkan suasana diskusi.
Di akhir diskusi para pembicara mengajak masyarkat luas khususnya para peserta untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah di tanah air. Mulai dari hal yang terkecil seperti membuka rekening di bank-bank syariah dan tetap istiqomah menyalurkan zakat kepada yang layak menerima.
“Sebenarnya dengan mengembangkan ekonomi syariah berharap semoga bisa menginjeksi nilai-nilai Islam ke sektor-sektor lain seperti sosial, pendidikan dan lain-lain,” ungkap Dr. Irfan Sauqi Beik di akhir diskusi.[ul]



