Jakarta(4/9)- sebagai langkah awal setelah terbentuk kepengurusan harian, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) akan berkonsentrasi memperluas basis mata kuliah ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi.
"Fokus pertama kami adalah memperluas basis mata kuliah ekonomi Islam, terutama bagi fakultas ekonomi yang belum mempunyai mata kuliah tersebut," ungkap Ketua Umum IAEI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat ditemui pkesinteraktif.com beberapa waktu yang lalu.
Bambang menjelaskan bahwa rencana memperluas basis mata kuliah ekonomi Islam merupakan bagian dari program kerja IAEI yang menjadi prioritas utama. Ia berharap rencana tersebut menjadi awal lahirnya program studi ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi.
"Satu-persatu, kita mulai dari mata kuliah dulu, lalu menjadi konsentrasi, kemudian menjadi jurusan, lalu menjadi program studi. Jadi ada tahapannya,"tandasnya.(Ul)
Wawancara Eksklusif
IAEI Siap Perluas Mata Kuliah Ekonomi Islam
Asuransi Syariah Pasti Tumbuh Besar
Isa Rachmawarta-Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK
Jumlah pelaku bisnis di asuransi syariah bukan menjadi ukuran dari keberhasilan sektor industri asuransi syariah di Indonesia. Menurut penilaian Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, ada perbedaan tersendiri cara pandang antara asuransi syariah dan konvensional. Apa itu?
Kami Ingin Bank Syariah Go International
Kepemimpinan Direktorat Perbankan Syariah – Bank Indonesia (DPbS BI) telah melewati dua periode kepemimpinan, yakni kepemimpinan Harisman dan Ramzi A Zuhdi.
Dua orang tersebut disebut-sebut sebagai motor penggerak pengembangan perbankan syariah Indonesia. Kini setelah kedua tokoh itu usai menjabat Direktur DPbS, sosok peneliti senior di DPbS-BI bernama Mulya E Siregar tampil sebagai suksesor.
Saat ditanya oleh info pkes tentang bagaimana memajukan DPbS dan perbankan syariah nasional. Ternyata Mulya E Siregar memiliki lompatan pemikiran besar, yakni ia ingin bank syariah Indonesia Go Internasional. Seperti apakah itu? Berikut petikan perbincangannya saat akhir tahun 2010.
Agus Muharram: “Banyaknya Skim di KJKS Membuat Daya Tarik Koperasi”
Munculnya Undang-Undang Perbankan Syariah menjadikan beberapa departemen yang ada di pemerintah dengan cepat mengambil sikap. Hal ini terjadi di Kementerian Negara Koperasi dan UKM (Kemennegkop dan UKM) yang dengan cepat menata regulasi terkait dengan pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Seperti apakah pengembangan KJKS yang sudah dilakukan selama ini serta bagaimana kedepannya, Agus Yuliawan dari KBES, mewawancarai Deputi Pembiayaan, Agus Muharram di ruang kerjanya di gedung Kemennegkop dan UKM,berikut petikannya.
Hanawijaya : ”DSN Harus Perhatikan Fatwa Penghambat Bank Syariah”
Peran Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia sangat besar dalam mendukung pengembangan perbankan syariah di Indonesia, terutama terkait dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan, selama ini sangat mendukung bagi pengembangan inovasi produk industri perbankan syariah.
Page 1 of 2
Wawancara Eksklusif




