Friday, May 18th

Last update:11:52:06 PM GMT

RSS
You are here: unduh E-Paper

unduh

Tesis: Pengaruh Penerbitan Obligasi Subordinasi

E-mail Print PDF

Judul :     Pengaruh penerbitan obligasi subordinasi terhadap pembiayaan dan kinerja bank syariah: studi kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia
Pengarang :     Novietha Indra Sallama
Penerbitan :     Pascasarjana-UI
Tahun :     2004
Subjek :     Banks and banking--Religious aspects--Islam
Kata kunci :     sharia sub-debt; costing; revenue; minimum capital liability; liquidity; rentability; Islamic bank; Indonesia; Muamalat bank; banks and banking; banking religius aspect
Pemilik :     Perpustakaan UI

Abstrak:

Untuk mengantisipasi penurunan tingkat kecukupan modal yang dimiliki bank, dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu menerbitkan saham baru atau menerbitkan obligasi subordinasi. Cara yang terakhir ini yang banyak dilakukan oleh bank, baik konvensional maupun syariah.

Di Indonesia, telah dikenal adanya obligasi syariah yang menggunakan skim ijarah dan mudharabah. Perbedaan yang mendasar antara obligasi syariah dan konvensional adalah pada obligasi syariah return tidak ditetapkan secara nominal, tetapi dengan memberikan nisbah bagi hasil untuk pemegang obligasi, serta penggunaan dana hasil emisi obligasi tersebut harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Dengan menerbitkan obligasi subordinasi, berarti menambah modal yang ada pada bank, sekaligus akan memperkuat struktur permodalan bank tersebut. Jika struktur modal sudah kuat, bank akan leluasa dalam melakukan ekspansi pembiayaan. Ini dimungkinkan karena rasio kecukupan modal bank masih berada di atas ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

Selanjutnva pembiayaan yang semakin ekspansif akan meningkatkan pendapatan bagi bank tersebut, Penelitian yang dilakukan pada Bank Muamalat Indonesia menunjukkan bahwa ada peningkatan pembiayaan dan tingkat kecukupan modal (solvabilitas) setelah emisi obligasi, tetapi tidak pada kinerja rentabilitas dan likuiditas akibat tingginya tingkat bagi hasil yang ditetapkan bank.

Abstract:

In order to anticipate the decreasing of capital adequate ratio suffered by a bank, it can take any of the two ways, namely issuing new shares, or issuing subordinated debentures. The latter has been taken many times by different banks, both conventional and sharia ones. In Indonesia, it's known the presence of sharia bonds upon the scheme of ijarah and mudharabah.

The fundamental difference between sharia bonds and conventional bonds is that in sharia bonds the return is not determined nominally, rather, by adding some ratio of revenue sharing for the debt holders, and where the utilization of fund resulted from the bonds emission shall conform to the principles of sharia, Issuing subordinated debentures would mean additional capital for the bank, and at the same time strengthening the capital structure of the bank. If the capital is strong, the bank will be freer to conduct financing expansion. This is enabled, because the bank's capital adequacy ratio is still above the point as ruled by Bank Indonesia.

Furthermore, the more expansive financing will increase the bank's revenue. The research performed at Bank Muamalat Indonesia has shown increment of financing as well as capital adequacy ratio (solvability) after sub-debt emission, but not of the bank's performance in rent ability and liquidity. Due to the height of ratio of revenue sharing determined by the bank for the debt holders.

Tesis: Pengaruh penempatan dana pada SWBI

E-mail Print PDF

Pengaruh penempatan dana pada SWBI

UI - Tesis S2

No. Panggil :     T 18146
Judul :     Pengaruh penempatan dana pada SWBI dan pasar uang antar bank Syariah (PUAS) terhadap FDR perbankan syariah
Pengarang :     Adi, Indah Nurfitri
Tahun :     2006
Subjek :     Banks and banking--Religious aspects--Islam
Kata kunci :     Money market, Islamic bank, sharia bank, Islamic banking Financing to Deposit ratio (FDR), Multiple Linear Regression, fund allocation, monetary instrument


Abstrak:

Penelitian ini secara khusus ingin mengetahui seberapa besar penempatan dana pada Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) sebagai sarana penitipan dana jangka pendek oleh bank syariah yang mengalami kelebihan likuiditas dan penempatan dana pada Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) berpengaruh terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah.

Data penelitian ini bersumber dari Bank Indonesia, dan juga dari berbagai buku, koran, tesis dan internet yang berhubungan dengan topik ini. Data yang digunakan mulai bulan Januari 2003 hingga Maret 2006.

Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hubungan tersebut diekspresikan dalam bentuk persamaan yang menghubungkan variabel terikat Y dengan dua atau lebih variabel bebas X. Dan hasil analisa diketahui bahwa kedua variabel bebas yaitu variabel SWBI dan PUAS secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel FDR perbankan syariah. Kedua variabel tadi dapat menjelaskan variabel terikat sebesar 50,6 % dan sisanya yaitu 49,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalarn model. Walaupun kedua variabel bebas secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel FDR perbankan syariah, namun hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variabel SWBI yang signifikan dalam mempengaruhi FDR perbankan syariah.

Abstract:

The aim of this research is to examine the influence of the fund allocation in Sertifikat Wadiah Bank Indonesia, SWBI (a short term monetary instrument for syaria banking who had over liquidity problem ) and Syaria Interbank Money Market (PUAS) on Financing to Deposit Ratio (FDR) in syaria banking. This research is using database from Bank Indonesia, newspapers, thesis, internet and textbooks that relevant with the topic, from January 2003 to March 2006. And the analysis method is "Multiple Linear Regression " to analyze the relation among dependent variable (Y) and two or more independent variables (X). The F-Test analysis shows that both independent variables; SWBI and PUAS for FDR of syaria banking is 50,6 % while the rest of 49,4% is determined by other variables exclude in the econometric model. The T- Test result indicates that SWBI is the only variable that significantly influenced FDR syaria banking.

Tesis: Faktor-Faktor Variabel Makroekonomi Yang Mempengaruhi Kekuatan Bank Syariah

E-mail Print PDF

Danastri Sisherdianti

 

Last Updated on Monday, 27 December 2010 09:08 Read more...

Tesis: Faktor - Faktor Penyebab Lemahnya Fungsi Sosial (baitul maal) BMT di Lampung

E-mail Print PDF

Ridwan Saifuddin


Judul :     Faktor - faktor penyebab lemahnya fungsi sosial (baitul maal) BMT di Lampung
Pengarang :     Ridwan Saifuddin
Penerbitan :     Universitas Indonesia. Program Pascasarjana
Tahun :     2008
Subjek :     Zakat--Indonesia--Jakarta--Case studies.
Kata kunci :     GAP; donation of the ZIS; fishbone; internal of the BMT
Pemilik :     Universitas Indonesia

Abstrak:

Terdapat dua pilar operasional Baitul Maal wat Tamwil (BMT), yaitu fungsi sosial dan fungsi bisnis. Keduanya mencakup prinsip muamalah dalam Islam yang tidak memisahkan antara kepentingan materi dan immateri.

 

Last Updated on Monday, 27 December 2010 09:03 Read more...

Tesis: Analisis Determinan Pertumbuhan Tingkat Kesehatan BMT

E-mail Print PDF

Lanny Octavia


Judul :     Analisis determinan pertumbuhan tingkat kesehatan BMT: studi kasus pada BMT at-taqwa kemanggisan Jakarta

Read more...

Page 1 of 4

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »